THE AIM OF EDUCATION IS THE KNOWLEDGE, NOT OF FACTS, BUT OF VALUES

William S. Burroughs

MAGISTER MANAJEMEN

VISI

Masuk dalam kelompok 10 program studi Magister Manajemen terbaik di Indonesia tahun 2032, yang menghasilkan pemimpin bisnis, profesional, dan wirausahawan berdedikasi (dedication), memiliki integritas (integrity), berinisiatif tinggi (initiatives) dan dapat diandalkan dalam memanfaatkan peluang dan menghadapi tantangan bisnis regional dan internasional … more

MAGISTER AKUNTANSI

VISI

Menjadi salah satu program studi Magister Akuntansi terkemuka di Indonesia tahun 2030, berwawasan regional dan internasional, dikenal masyarakat luas dan diakui dunia usaha, menyediakan tenaga-tenaga yang mampu berperan sebagai manajer profesional, cerdas, memiliki integritas, memberikan sumbangan pemikiran dan kekaryaan yang relevan dalam konteks perubahan lingkungan internasional  …. more

Peter Drucker on Marketing

"Because the purpose of business is to create a customer, the business enterprise has two--and only two--basic functions: marketing and innovation. Marketing and innovation produce results; all the rest are costs. Marketing is the distinguishing, unique function of the business."

On Marketing and Selling

“The aim of marketing is to make selling superfluous."

On Business

“Every enterprise is a learning and teaching institution. Training and development must be built into it on all levels—training and development that never stop.”

On Enterpreneurship

“The entrepreneur always searches for change, responds to it, and exploits it as an opportunity.”

Menulis Latar Belakang Masalah dalam Penelitian

Featured Article

Setiap penelitian akademis dimulai dari latar belakang masalah. Banyak penelitian selama ini belum didasarkan pada latarbelakang yang baik. Sebenarnya apakah latar belakang penelitian itu dan bagaimana menuliskannya? Berikut ini diberikan jawabannya. Latar belakang tesis berisikan alasan kenapa (why) penelitian dilakukan.  Alasan tersebut adalah kesenjangan berupa keadaan belum tahu yang menimbulkan keingintahuan (curiosity), perbedaan antara keadaan yang diharapkan dan kenyataan, dan kekurangan penelitian dan teori saat ini …. more

All About Tagline

Featured Article

Tagline atau slogan atau brand mantra adalah kalimat pendek yang terdiri dari beberapa kata yang menjelaskan posisi suatu merek atau misi suatu perusahaan. Bagi merek korporasi, tagline dimaksudkan untuk menciptakan atau mempertahankan  brand image.  Sedangkan untuk merek individu, tagline diperlukan untuk menciptakan atau menegaskan brand position.  Sebagai contoh, slogan Daihatsu di Indonesia adalah “Daihatsu Sahabatku” (Gambar 1). Slogan ini dimaksudkan untuk mencipatakan atau mempertahankan image Daihatsu sebagai sahabat. Merek individunya Terios memiliki slogan: DNA (Daily New Adventure) (Gambar 2) …… more

The Essence of Strategy

Featured Article

Strategi adalah kata yang sangat sering kita ucapkan, namun apabila ditanyakan artinya, tidak semua orang dapat menjawab dengan tepat, apalagi bila yang diminta adalah jawaban ilmiah. Bagian ini bertujuan memberikan jawaban dimaksud.  Bagian ini juga membuka pengertian kita tentang kata-kata yang sangat sering dijumpai tetapi jarang dijelaskan, yaitu strategis (strategic). Dengan demikian kita dapat membedakan pemasaran strategis (strategic marketing) dan strategi pemasaran (marketing strategy) …….. more

All about Customer Value

Featured Article

Nilai (value) adalah konsep yang sangat populer dalam berbagai bidang ilmu. Dalam bidang ekonomi nilai dikenal sebagai utilitas (utility), yakni kegunaan produk bagi konsumen. Dalam pemasaran konsep nilai juga digunakan dan bahkan dianggap sebagai alasan konsumen membeli produk (reasons to buy).

Perhatian terhadap nilai akhir-akhir ini semakin besar dalam pemasaran. Nilai  dianggap menjadi sumber utama keunggulan bersaing saat ini, bahkan menjadi kunci sukses  perusahaan untuk bertahan dalam jangka panjang (Khalifa, 2004; Kotler dan Keller, 2012). Perusahaan-perusahaan global saat ini, yang sudah berusia puluhan sampai ratusan tahun, seperti Nestle, Unilever, Coca Cola, Toyota dan lain-lain, dapat menjadi besar dan mampu bertahan dalam waktu yang demikian lama, adalah karena memberikan nilai bagi para pelanggannya.  Sebaliknya, merek-merek yang sebelumnya berjaya lalu hilang dari peredaran dapat dipercaya tidak memberikan nilai  yang tepat. Atau, sekalipun memberikan nilai, tetapi nilai tersebut lebih kecil dari nilai yang diberikan oleh pesaing.

Perusahaan-perusahaan bukan berbasis pemasaran pun semakin menyadari bahwa kunci keberhasilan mereka adalah memberikan nilai bagi pelanggan. Sebagai contoh, alasan yang dibuat Microsoft (sebuah perusahaan pembuat perangkat lunak) untuk membeli produknya adalah nilai pelanggan (customer value) (Gambar 1.1).

Pasar bukanlah ruang hampa.  Selain oleh perusahaan kita, nilai juga diberikan oleh perusahaan-perusahaan lainnya(Seggie, Cagusvil dan Phelan, 2007). Sering kali persaingan di antara perusahaan sangat tinggi, seperti digambarkan dalam hypercompetition (D’Aveni, 1997).

Pada dasarnya persaingan adalah perlombaan memperebutkan pilihan  konsumen.  Karena pilihan konsumen didasarkan pada nilai (Kotler dan Keller, 2012), maka persaingan dapat juga diterjemahkan sebagai perlombaan memberikan nilai. Oleh karena itu, nilai menjadi kunci keberhasilan pemasaran dan pemasaran strategik harus didasarkan pada nilai …. more

The Theories of Motivation

Featured Article

There are various understandings of motivation. Several researchers proposed the situation in which motivation works instead of the definition of motivation itself.  For example, Maslow (1943) stated that motivation is a result of willingness to fulfill needs. He suggested that there are five levels of human needs, they are (from bottom to top): physiological, security, social, self-esteem and self-actualization needs. If certain need is not fulfilled yet, people will motivate to fulfill it but lower level needs should have been fulfilled. For Schifman and Kanuk (2012), motivation is driving force that impels a subject to an action. Graham and Weiner (1996: 63) in Berliner and Calfee (1996) defined motivation as “the study of why people think and behave as they do”.  They said that at the beginning, researchers tried to develop general theory of motivation. In its development, the theories of motivation didn’t move to the more unified but more diverse point if views.  The differences in academic background of the researchers, where the motivation theories are developed, is the factor that caused this problem (Steel and Köniq, 2006).

Graham and Weiner (1996) categorized motivation theories into two major categories: broad theories and contemporary theories. Broad theories consist of Hull’s drive theory, Lewin’s field theory, Atkinson’s achievement striving theories, Rotter’s social learning theory and attribution theory proposed by many researchers. Contemporary motivation constructs are connected with the achievement striving. This theories stream consists of are self-worth, self-efficacy and helplessness beliefs. The remaining construct are connected with the cognitive and affective consequences of goals achievement: task vs ego involvement, intrinsic vs extrinsic incentives and cooperate versus competitive goal structures.  Anticipated emotion (Perugini and Bagozzi, 2001; Bagozzi, Baumgartner, and Pieters, 1998; Baumeister et al., 2007) and anticipated emotion of others proposed in this research are perceived as part of affective consequences of goal achievement task …. more